twitter



v   Hidup adalah untuk berprestasi yang bermakna bagi dunia dan akhirat untuk itu kita haruds mampi memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang ada agar tidak terbuang sia-sia.
v   Motivasi diri adalah salah satu factor yang harus kitatumbuhkan, tanpa motivasi positif dalam diri kita, akan sulit untuk berkembang meraih prestasi
v   Kita punya rencana, Allah juga punya, yang akan terjadi adalah rencana Allah, kenapa Allah menakdirkan sesuatu lalu kita anggap gagal? Padahal itu yang terbaik.
v   Hasil itu ada 2 jenis, yaitu sukses dan gagal, kedua-duanya butuh kesabaran jika gagal, mungkin memang belum ada rezekinya disana, kita tidak usah sibuk mengeluh.




Dalam hidup ini, kita dapat merangkum berbagai situasi dalam menghadapi sesama kita menjadi 4 :

1. Jika kita menghadapi orang yang lebih pintar dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita menimba ilmu darinya.

2. Jika kita menghadapi orang yang sama pintarnya dengan kita. Maka itu adalah saat dimana kita saling bertukar pikiran
dengannya.

3. Jika kita menghadapi orang yang lebih bodoh dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita memberikan ilmu kita kepadanya.

4. Dan jika kita menghadapi orang bodoh namun banyak bicaranya.Maka itu adalah saat bagi kita untuk diam.





Emotional Spiritual Quotient

Ary Ginanjar Agustian

Zero Mind 1:
Hindari selalu berprasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada orang lain

“hai orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian persangkaan adalah dosa. Janganlah saling memata-matai, dan janganlah saling memfitnah…”
-Q.S 49 Surat Al Hujuraat (Bilik-bilik) Ayat 21-
Zero Mind 2:
Berprinsiplah selalu kepada Allah yang maha Abadi

“Jika Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan, tentulah dijadikan-Nya mereka mendengar. Tetapi sekalipun (Allah) menjadikan mereka mendengar, mereka akan berbalik juga berpaling”.
                                                  -Q.S. 8 Surat Al Anfaal (Rampasan Perang) Ayat 23-

“Manajemen adalah mengerjakan segalanya secara benar (do the things right)
kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar (Do the right things). Manajemen, melakukan efisiensi dalam menaiki tangga keberhasilan; kepemimpinan, menentukan apakan tangganya bersandar pada dinding yang benar. Sang pemimpin bagaikan seseorang yang memanjat pohon yang tertinggi, mempelajari seluruh situasinya, dan berseru: “Hutan yang salah”

“Mulailah dari sebalah kanan” salah satu sunnah Rasulullah. Salah satu kebiasaannya, selalu memulai segala dari sebelah kanan, ternyata, terbukti pada otak sebelah kanan, tempat visi berada. Mulailah dari sebelah kanan artinya mulailah suatu pekerjaan dengan sebuah tujuan atau visi. Visi seorang muslim adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta).
Doa adalah sebuah harapan, dan harapan umumnya muncul dalam bentuk visual yang terletak pada otak sebelah kanan. “Mulailah dengan doa”, mulailah dengan visi, adalah sebuah langkah awal dari prinsip keteraturan (well organited principle)


Saya belajar . . . . . . .
Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
Dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa sahabat terbaik selalu ada bersama saya
Untuk dapat melakukan banyak hal
Dan kami selalu selalu mempunyai waktu terbaik untuk berbagi rasa

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa orang yang saya kira adalah jahat
Justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali
Serta orang yang begitu perhatian sama saya

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
Walaupun dipisahkan oleh jarak yang jauh
Beberapa diantaranya menciptakan cinta yang sejati

Saya belajar .............
Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
Sebagaimana yang saya inginkan
Bukan berarti dia tidak tidak mencintai saya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa sebaik-baiknya pasangan itu
Mereka pasti pernah melukai perasaan saya
Dan untuk itu saya harus memaafkannya

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa saya harus bisa mengampuni diri sendiri dan orang lain
Jika tidak ingin dikuasai oleh perasaan bersalah terus menerus

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian saya
Namun saya harus bisa lebih bertanggung jawab
Untuk apa yang telah saya lakukan

Saya belajar . . . . . . .
Bahwa dua manusia dapat melihat satu benda yang sama
Tapi boleh jadi memiliki dua sudut pandang yang berbeda

Saya belajar . . . . . . . .
Tidak ada yang instant atau serba cepat didunia ini
Semua membutuhkan proses dan pertumbuhan
Kecuali bila saya ingin sakit hati . . . .

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa saya harus memilih
Apakah menguasai sikap dan emosi
Ataukah sikap dan emosi itu yang akan menguasai saya

Saya belajar . . . . . . . .
Bahwa saya punya hak untuk marah
Tetapi itu bukan berarti
Saya harus benci dan berlaku bengis pada orang lain.

Saya belajar . . . . . . . . .
Bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
Adalah saat perpisahan dengan seseorang
Yang benar-benar sangat saya cintai

Saya belajar . . . . . . . . . .
Bahwa orang-orang yang saya kasihi
Justru sering kali diambil segera
Dari kehidupan saya

Love doesn't make the world go round.
Love is what makes the ride worth while




 Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukurkepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi didalam hidupmu
kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit  waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk.

Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa  melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau  merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

 Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa
 memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada
 keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain.Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau
syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan. Yang selalu menyertaimu setiap saat, ALLAH
SWT.

NB. Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain yang kau sayangi