Emotional Spiritual Quotient
Ary Ginanjar Agustian
Zero Mind 1:
Hindari selalu berprasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada orang lain
“hai orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian persangkaan adalah dosa. Janganlah saling memata-matai, dan janganlah saling memfitnah…”
-Q.S 49 Surat Al Hujuraat (Bilik-bilik) Ayat 21-
Zero Mind 2:
Berprinsiplah selalu kepada Allah yang maha Abadi
“Jika Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan, tentulah dijadikan-Nya mereka mendengar. Tetapi sekalipun (Allah) menjadikan mereka mendengar, mereka akan berbalik juga berpaling”.
-Q.S. 8 Surat Al Anfaal (Rampasan Perang) Ayat 23-
“Manajemen adalah mengerjakan segalanya secara benar (do the things right)
kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar (Do the right things). Manajemen, melakukan efisiensi dalam menaiki tangga keberhasilan; kepemimpinan, menentukan apakan tangganya bersandar pada dinding yang benar. Sang pemimpin bagaikan seseorang yang memanjat pohon yang tertinggi, mempelajari seluruh situasinya, dan berseru: “Hutan yang salah”
“Mulailah dari sebalah kanan” salah satu sunnah Rasulullah. Salah satu kebiasaannya, selalu memulai segala dari sebelah kanan, ternyata, terbukti pada otak sebelah kanan, tempat visi berada. Mulailah dari sebelah kanan artinya mulailah suatu pekerjaan dengan sebuah tujuan atau visi. Visi seorang muslim adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta).
Doa adalah sebuah harapan, dan harapan umumnya muncul dalam bentuk visual yang terletak pada otak sebelah kanan. “Mulailah dengan doa”, mulailah dengan visi, adalah sebuah langkah awal dari prinsip keteraturan (well organited principle)

